PERBEDAAN KEMAMPUAN BERFIKIR KEREATIF DAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN MODEL CBL BERBANTUAN APLIKASI KAHOOT
Kata Kunci:
Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemampuan Penalaran Matematis, CBL, KahootAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) berbantuan aplikasi Kahoot dan pembelajaran langsung pada materi pola bilangan di kelas VIII SMP Negeri 14 Medan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen semu tipe non-equivalent control group designs. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Medan dengan jumlah 32 siswa pada kelas VIIIA dan 31 siswa pada kelas VIIIB. Instrumen penelitian berupa tes berbentuk uraian. Data analisis deskriptif dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) berbantuan aplikasi Kahoot dan pembelajaran langsung (2) terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) berbantuan aplikasi Kahoot dan pembelajaran langsung. Dengan hasil perhitungan yaitu pada kemampuan berpikir kreatif diperoleh t_hitung > t_tabel yakni t_hitung = 4,412 dan t_tabel = 1,9996. Kemudian pada kemampuan penalaran matematis thitung > ttabel yakni t_hitung = 11,718 dan t_tabel = 1,9996
ABSTRACT This study aims to determine differences in students' creative thinking skills and mathematical reasoning taught using the Challenge Based Learning (CBL) model assisted by the Kahoot application and direct learning on number pattern material in class VIII SMP Negeri 14 Medan. This research is quantitative research, with the type of quasi-experimental research type of non-equivalent control group designs. The population in this study were all students of class VIII SMP Negeri 14 Medan with a total of 32 students in class VIIIA and 31 students in class VIIIB. The research instrument is a test in the form of a description. Descriptive analysis data using t-test. The results of the study showed that (1) there were differences in the creative thinking abilities of students who were taught with the Challenge Based Learning (CBL) learning model assisted by the Kahoot application and direct learning (2) there were differences in the mathematical reasoning abilities of students who were taught with the Challenge Based Learning (CBL) learning model. assisted by the Kahoot application and hands-on learning. With the calculation results, namely the ability to think creatively, t_count > t_table, namely t_count = 4.412 and t_table = 1.9996. Then on the ability of mathematical reasoning t_count > t_table, namely t_count = 11.718 and t_table = 1.9996
Unduhan
Referensi
Abidin, Y. (2016). Revitalisasi Penilaian Pembelajaran dalam Konteks Pendidikan Multiliterasi Abad Ke-21. Bandung: PT.Refika Aditama.
Arikunto, S. (2006). rosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Haqq, A. A. (2017). Implementasi Challenge-Based Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA. Jurnal THEOREMS, 1(2), 13-23.
Maulida, A. (2015). Keefektifan Pembelajaran Matematika Model Taba dengan Strategi Concept Mapping Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Karakter Siswa Kelas VIII. Semarang: UNNES.
Mukarromah, M., Budijanto, & Utomo, D. H. (2020). Pengaruh Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Perubahan Iklim. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(2), 214-218.
Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Naim, S., Ibnu, S., & Santosa , A. (2020). Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(4), 478-485.
Nawawi, S. (2016). Potensi Model Pembelajaran Challenge Based Learning Dalam Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis. Presiding Siminar Nasional Pendidikan, 1(1), 153-164.
Noer, S. (2009). Kemampuan berpikir kreatif matematis apa, mengapa, dan bagaimana? Presiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA (pp. 521-526). yogyakarta: UNY.
Peter, E. E. (2012). Creative Thinking: Essence for Teaching Mathematics and. African Journal of Mathematics and Computer Science Research, 5(3), 39-43.
Sudiantini, D., & Shinta, N. D. (2018). Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Penalaran Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 177 – 186.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Suhendri, H., & Werdiningsih, C. E. (2019). Peranan metode pembelajaran collaborative learning terhadap pemecahan masalah matematika. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 4(2), 155-162.
Wanti, N., & dkk. (2017). Pembelajaran Induktif Pada Kemampuan Penalaran Matematis dan Self-Regulated Learning Siswa. Jurnal Analisa: Jurnal Pendidikan MIPA, 3(1), 56-69.
Widuri, H. R. (2018). Pengaruh Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Penalaran Kreatif Matematis Siswa. Bachelor's thesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
