PERBEDAAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN IT DAN ST
Kata Kunci:
Kemampuan Berfikir Kritis matematis, Kemampuan Pemecahan Masalah matematis, Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Snowball ThrowingAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir dan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran IT dan ST. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan tes sebagai alat pengumpulan datanya. Teknik Analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Analisis Statistik Inferensial, Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji hipotesis. Hasil temuan ini menunjukkan:1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inkuiri Terbimbing dan Snowball Throwing dengan Fhitung = 4,398 > Ftabel = 4,007 pada taraf (a = 0,05) = 4,007; 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inkuiri Terbimbing dan Snowball Throwing dengan Fhitung = 4,079 > Ftabel = 4,007 pada taraf (a = 0,05) = 4,007; 3)Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inkuiri Terbimbing dan Snowball Throwing dengan F hitung = 4,398 > F tabel = 3,97 pada taraf (a = 0,05). Kata Kunci: Kemampuan Berfikir Kritis matematis; Kemampuan Pemecahan Masalah matematis; Pembelajaran Inkuiri Terbimbing; Snowball Throwing.
ABSTRACT The purpose of this study was to determine differences in the ability to think and solve mathematical problems of students through learning IT and ST. This study used cluster random sampling with quasi-experimental research. The method used in this study uses tests as a data collection tool. The analysis technique used is descriptive analysis, inferential statistical analysis, normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. The results of these findings indicate: 1) There is a difference in students' mathematical critical thinking skills taught by the guided inquiry and snowball throwing cooperative learning models with F count = 4.398 > F table = 4.007 at the level (a = 0.05) = 4.007; 2) There is a difference in the mathematical problem-solving abilities of students who are taught by guided inquiry and snowball throwing cooperative learning models with F count = 4.079 > F table = 4.007 at the level (a = 0.05) = 4.007; 3) There are differences in students' critical thinking and mathematical problem solving abilities taught by the guided inquiry and snowball throwing cooperative learning models with F count = 4.398 > F table = 3.97 at the level (a = 0.05).
Unduhan
Referensi
Arikunto, S. (2012). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Fadillah, S. (2009). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dalam Pembelajaran Matematika: Prosiding Seminar Nasional Penelitian.
Handayani, K. (2017). Analisis Faktor – Faktor Mempengaruhi Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Cerita Matematika. Semhastika Unimed.
Hartono, Y. (2014). Strategi Pemecahan Masalah. Yogyakarta: Graha ilmu.
Jaya, I. (2018). Penerapan Statistik Untuk Pendidikan. Medan: Perdana Publish.
Kowiyah. (2012). “Kemampuan Berfikir Kritis”, Tesis Pendidikan Dasar 3, 117.Universitas Negeri Medan.
Nurdyansyah dan Fariyatul, F. (2016). Inovasi Model Pembelajaran. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Simorangki, L. (2021). Hypnoteaching upaya Pengembangan Kemampuan Berfikir Kritis. NEM
