ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SMP NEGERI 1 TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATUBARA
Kata Kunci:
langkah-langkah pemecahan masalah, MatematikaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelompok tinggi, kelompok sedang, dan kelompok rendah. Metodologi penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 1 Tanjung Tiram. Subjek penelitian terdiri dari 27 peserta didik kelas VII-1. Responden wawancara sebanyak 6 orang peserta didik
yang berasal dari kelompok tinggi, kelompok sedang, dan kelompok rendah. Instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model miles dan huberman. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori kelompok tinggi mampu
menerapkan keempat langkah-langkah pemecahan masalah matematis. (2) peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori kelompok sedang kurang mampu menerapkan keempat langkah-langkah pemecahan masalah matematis. (3) peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori kelompok rendah belum mampu menerapkan keempat langkah-langkah pemecahan masalah matematis.
ABSTARCT This study aims to describe the mathematical problem solving ability of studentsin the high group, medium group, and low group. The research methodology usesqualitative research with a descriptive approach. This research was conducted in UPTD SMP Negeri 1 Tanjung Tiram. the research subjects consisted of 27 students of class VII-1. The interview respondents were 6 students who camefrom the high group, medium group, and low group.Research instruments in theform of observations, interviews, tests, and documentation. The data analysistechnique used is the Miles and Huberman model. The technique of checking thevalidity of the data used is triangulation technique. The results obtained that: (1) students who have problem solving skillss in the high group category are able toapply the four steps of solving mathematical problems, (2) students who haveproblem solving abilities in the medium group category are less able to apply thefour solving steps mathematical problem, (3) students who have problem solvingskills in the low group category have not been able to apply the four steps ofsolving mathematical problems.
Unduhan
Referensi
Ahmadi, R. (2014). Pengantar Pendidikan: Asas dan Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.
Anggraini, L. (2022). Pembelajaran Kuantum dalam Matematika. Guepedia.
Ariawan, R dan Nufus, H. (2017). “Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa”. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics). 1 (2). 82-91.
Bayuningsih, A. S., Usodo, B., Subanti, S. “Analysis of Junior High School Student’s Problemsolving Ability Reviewed from Self-regulated Learning”. International Journal of Science: Conference Series. 2 (1). 51-59.
Faradillah, A., Hadi, W., dan Soro, S. (2020). Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Matematika dengan Diskusi dan Stimulasi. Jakarta: Uhamka Press.
Hasan dkk. (2021). Teori dan Inovasi Pendidikan. Tahta Media Group.
Hidayat, W dan Ayudia, D. B. (2019). “Kecemasan Matematika dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA”. Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika. 4 (2). 205-214.
Mahardhikawati, E., Mardiyana, Setiawan, R. (2017). “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Langkah-Langkah Polya pada Materi Turunan Fungsi Ditinjau dari Kecerdasan Logis-Matematis Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika. 1 (4). 119-128.
Mashuri, S. (2019). Media Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Deepublish.
Misel, E. S. (2016). “Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Untuk Meningkatkan
Kemampuan Representasi Matematis Siswa”. Metode Didaktik. 10 (2). 27-36.
Nuraeni, L., Suhendri, H., Masruroh, A. (2020). “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Peserta Didik Kelas VIII SMP”. Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika. 1 (3). 159-171.
Nurhasanah, D. S dan Luritawaty, L. P. (2021). “Model Pembelajaran REACT Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis”. PLUSMINUS: Jurnal Pendidikan Matematika. 1 (1). 71-82.
Puadi, E. F. W dan Habibie, M. I. (2018). “Implementasi PBL Berbantuan GPS Software Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa”. Indomath: Indomanesian Mathematics Education. 1 (1). 19-26.
Rahmah, dkk. (2022). “Analysis of Mathematics Problem Solving Ability of Junior High School Students Based on APOS Theory Viewed from the Type of Kolb Learning Style” Indomath: Indonesia Mathematics Education. 5 (2). 109-122.
Rahmah, N. (2013). “Hakikat Pendidikan Matematika”. Al-Khwarizmi. Vol. 2. 1-10.
Rahmawati, P. (2018). Mengenal Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Perbatasan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Rambe, A. Y. F dan Afri, L. D. “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Barisan dan Deret”. Axiom: Jurnal Pendidikan dan Matematika. 9 (2). 175-187.
Sapitri, Y., Utami, C., dan Mariyam. (2019). “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Minat Belajar”. Variabel. 2 (1). 16-23.
