STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF DAKWAH TIKTOK DAS’AD LATIF MENINGKATKAN ENGAGEMENT GEN Z

Penulis

  • Rian Rambe UIN Sumatera Utara
  • Reno Alfiyan Pratama UIN Sumatera Utara
  • Kevin Aldi Ardian UIN Sumatera Utara
  • Sukran Habib Sinaga UIN Sumatera Utara
  • Supriadi UIN Sumatera Utara
  • Ahmad Tamrin Sikumbang UIN Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.58432/ekonom.v6i1.1717

Kata Kunci:

Komunikasi Persuasif, Dakwah Digital, Tiktok, Engagement Gen Z, Das'ad Latif

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif yang digunakan dalam konten dakwah TikTok Das’ad Latif serta pengaruhnya terhadap engagement audiens Generasi Z. Perkembangan media sosial telah mendorong transformasi dakwah digital menjadi lebih interaktif, visual, dan partisipatif, khususnya pada platform TikTok yang didominasi pengguna usia muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi konten TikTok dan studi kasus digital. Data penelitian diperoleh melalui observasi konten video, dokumentasi digital, analisis caption, serta interaksi audiens pada akun TikTok Das’ad Latif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif Das’ad Latif dibangun melalui kombinasi ethos, pathos, dan logos yang dikemas menggunakan humor, storytelling, bahasa sederhana, serta pendekatan emosional yang relatable dengan kehidupan Generasi Z. Unsur pathos menjadi strategi dominan dalam membangun emotional engagement audiens melalui narasi religius yang menyentuh pengalaman personal dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan gaya komunikasi santai, autentik, dan interaktif mampu meningkatkan partisipasi audiens dalam bentuk likes, komentar, shares, repost, dan diskusi digital. Kehadiran TikTok sebagai media dakwah memperlihatkan perubahan pola komunikasi religius dari model satu arah menuju budaya partisipatif berbasis media sosial. Temuan penelitian memperkuat teori komunikasi persuasif, new media, dan engagement media sosial dalam konteks dakwah digital Generasi Z. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi dakwah digital sekaligus memberikan gambaran strategis bagi kreator dakwah dalam membangun komunikasi religius yang efektif di media sosial.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afandi, Y. (2023). Kolaborasi, kreatifitas dan kemanusiaan: Aktivitas dakwah Habib Jafar di YouTube. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(2), 30–44. https://doi.org/10.47435/retorika.v5i2.2200

Alfauzie, R., Husain, W., A, A., & Mahmud, A. (2023). Humor and wisdom: Content analysis of dakwah by Das’ad Latif on Instagram. Palakka: Media and Islamic Communication, 4(1), 61–74. https://doi.org/10.30863/palakka.v4i1.4895

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Hawirah, A., Yuliana, Y., Aswandi, S., & Yumi, S. (2025). Masa depan media komunikasi dakwah. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(2), 25–33. https://doi.org/10.47435/retorika.v7i2.4041

Ki, C. W. C., & Kim, Y. K. (2019). The mechanism by which social media influencers persuade consumers: The role of consumers’ desire to mimic. Journal of Business Research, 117, 313–321. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.10.068

Lisa, S., Afandi, Y., Syafriani, D., & Hendra, T. (2023). Analisis isi pesan dakwah Ustadz Das’ad Latif dalam channel YouTube @Dasadlatif. Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora, 4(2), 98–111. https://doi.org/10.59059/tabsyir.v4i2.116

Lou, C., & Yuan, S. (2019). Influencer marketing: How message value and credibility affect consumer trust of branded content on social media. Journal of Interactive Advertising, 19(1), 58–73. https://doi.org/10.1080/15252019.2018.1533501

Omar, B., & Dequan, W. (2020). Watch, share or create: The influence of personality traits and user motivation on TikTok mobile video usage. International Journal of Interactive Mobile Technologies, 14(4), 121–137. https://doi.org/10.3991/ijim.v14i04.12429

Permadi, R. J. K., Pitaloka, B. I., Sriyani, C., Ghassani, D. A., Antsary, M. F., Anwar, S., & Budiyanti, N. (2022). Fenomena metaverse: Peluang dan tantangan dalam pandangan Islam. Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum, 20(2), 1–12.

Pimay, A., & Savitri, F. M. (2021). Dinamika dakwah Islam di era modern. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(1), 43–55. https://doi.org/10.21580/jid.v41.1.7847

Rahmah, R., Musi, S., Hasan, S. I. P., Saputra, A. E., Reza, F., & Ikram, I. (2025). Retorika komunikasi dakwah Das’ad Latif di YouTube. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(2), 157–166. https://doi.org/10.47435/retorika.v7i2.4220

Rapit, R., Almuammar, F., Musi, S., Al Irsyad, Z., & Andraeani, S. (2025). Efektivitas dakwah pada akun TikTok Kadam Sidik dalam pandangan mahasiswa. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(2), 135–156. https://doi.org/10.47435/retorika.v7i2.4219

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suryana, A., & Syafiqah, N. (2021). Indonesian Islam beyond Habib Rizieq Shihab: Deconstructing Islamism and populism. ISEAS Perspective, 2021(21), 1–10. https://www.iseas.edu.sg/articles-commentaries/iseas-perspective/2021-21-indonesian-islam-beyond-habib-rizieq-shihab-deconstructing-islamism-and-populism-by-aan-suryana-and-nur-syafiqah-binte-mohd-taufek/

Ummah, N. H. (2023). Pemanfaatan sosial media dalam meningkatkan efektivitas dakwah di era digital. Jurnal Manajemen Dakwah, 11(1), 45–58.

Wahid, A. (2020). Memotret interaksi nilai-nilai budaya dalam aktivitas dakwah. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 12–24. https://doi.org/10.47435/retorika.v3i1.656

Unduhan

Diterbitkan

30-04-2026

Cara Mengutip

Rambe, R., Reno Alfiyan Pratama, Kevin Aldi Ardian, Sukran Habib Sinaga, Supriadi, & Ahmad Tamrin Sikumbang. (2026). STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF DAKWAH TIKTOK DAS’AD LATIF MENINGKATKAN ENGAGEMENT GEN Z. Ekonom : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 6(1). https://doi.org/10.58432/ekonom.v6i1.1717

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama