PEMANFAATAN TEPUNG DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP PERFORMANCE AYAM JOPER
DOI:
https://doi.org/10.58432/jittu.v1i2.849Kata Kunci:
Ayam Jawa Super, Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Pakan, Konversi PakanAbstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun sirsak (annona moricata l) sebagai feed additive terhadap performance ayam joper dilaksanakan di Jalan Amal Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = (Kontrol), P1 = pakan komersil + tepung daun sirsak 50 gram per kilogram pakan, P2 = pakan komersil + tepung daun sirsak 100 gram per kilogram pakan, P3 = pakan komersil + tepung daun sirsak 150 gram per kilogram pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun sirsak tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan (P>0.05) pakan kontrol (P0) dengan nilai tertinggi sebesar 13,59 (gr/ekor/hari) kemudian konsumsi pakan (P>0.05) P0 dengan nilai terendah sebesar 38,89 (gr/ekor/hari), dan konversi pakan (P>0.05) terendah pakan kontrol (P0) sebesar 2,89.
Kata Kunci : Ayam Jawa Super, Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Pakan, Konversi Pakan.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of giving soursop leaf flour (annona moricata l) as a feed additive to the performance of hens. It was carried out at Jalan Amal Desa Tanjung Anom, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = (Control), P1 = commercial feed + 50 grams of soursop leaf flour per kilogram of feed, P2 = commercial feed + 100 grams of soursop leaf flour per kilogram of feed, P3 = commercial feed + 150 grams of soursop leaf flour per kilogram feed. The results of this study indicate that the provision of soursop leaf flour has no significant effect on body weight gain (P> 0.05) control feed (P0) with the highest value of 13.59 (gr / head / day) then feed consumption (P>0.05) P0 with The lowest value was 38,89 (gr / head / day), and the lowest feed conversion (P> 0.05) was control feed (P0) was 2.89.
Keywords: Super Javanese Chicken, Weight Gain, Feed Consumption, Feed Conversion.
Referensi
Anggorodi. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Anonimus. 2001. Produksi Daging Unggas Naik 19 Kali lipat. Sinar Harapan.
Bakrie, B., D. Andayani, M.Yanis dan D.Zainuddin. 2003. Pengaruh Penambah Jamu Ke Dalam Air Minum Terhadap Preferensi Konsumen dan Mutu Karkas Ayam Buras. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakandan Veteriner. September 2003. Puslitbang Peternakan. Bogor.
Church, D., C, Pond WG. 1998. Basic Animal Nutrition and Feeding. 3rd Ed. New York: Jhon Wiley and SonDERRICK. 2005. Protein in Calf Feed. http//www.winslowfeeds.co.nz/pdfs/ feedingcalvesarticle. (8 juni 2015)
Gunawan, B. dan T. Sartika. 2001. Persilangan Ayam Buras Jantan Betina Hasil Seleksi Generasi Kedua (G2). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternak, Deptan, Bogor.
Husmaini. 2000. Pengembangan Peningkatan Level Protein dan Energi Ransum saat refeeding terhadap performans ayam buras. Jurnal Peternakan dan Lingkungan. Vol.6 (01).
Kaleka, N. 2015. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau Tanpa Angon. Arcitra. Yogyakarta. Hal 31-32. Kampung (Gallus domesticus) Periode Grower. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Islam Negeri Malang.
Kurnia, Y. 2011. Morfometrik Ayam Sentul, Kampung dan Kedu Pada Fase Pertumbuhan dari Umur 1-12 Minggu. (Skripsi). Fakultas Peternakan Institut Pertanian, Bogor.
Muhammad Zahid Al Fajar, Oskar Induk, Roosena Yusuf. 2019. Pemanfaatan Daun Sirsak (Annona muricata L) Sebagai Feed Additive terhadap Konsumsi Pakan, PBB, FCR dan Lemak Abdominal pada Ayam Boiler. [skripsi]. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda, 75123
Munandar, A. dan V.J. Pramono. 2014. Produksi crude aspergillus fermentation extract untuk meningkatkan kualitas bahan pakan sebagai pemacu produktivitas ayam kampung super. Jurnal Sains Veteriner,32(2): 199204.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ruminan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Rasyaf, M. 2006. Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya: Jakarta.
Sayuti, R. 2002. Prospek Pengembangan Agribisnis Ayam Buras Sebagai Usaha Ekonomi Di Pedesaan. (diakses tanggal 25 November 2006).
Setiadi. D, Nova. K. Tantalo. S. 2012. Perbandingan Bobot Hidup, Karkas, Giblet dan Lemak Abdominal Ayam Jantan Tipe Medium dengan Strain Berbeda yang Diberi Ransum.
Sukmaya dan Rismayanti, 2010. Petunjuk Peternak Unggas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.
Wahyu, J. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Gajah Mada Universitas Pers, Yogyakarta.
Wijaya, M. 2012. Ekstraksi annonaceous acetogenin dari daun sirsak (Annona muricata) sebagai senyawa bioaktif antikanker [skripsi]. Depok:Universitas Indonesia.
Zainuddin, D. 2006. Teknik Penyusunan Ransum dan Kebutuhan Gizi Ayam Lokal. Materi Pelatihan Teknologi Budidaya AyamLokal dan Itik. Kerjasama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan Balai Penelitian Ternak, Bogor.
Zakaria, A. 2003. Ilmu Ternak Unggas. Lembaga Penelitian Fakultas Pertanian Unibraw. Malang.
