PERAN ORANGTUA DALAM MEMOTIVASI SEMANGAT BELAJAR ANAK
DOI:
https://doi.org/10.58432/algebra.v2i1.98Keywords:
Orangtua, Tanggungjawab, parents and parental responsibilitiesAbstract
Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar, oleh karena itu hendaknya orang tua senantiasa memotivasi anak agar lebih giat dalam belajar dan juga berprestasi. Motivasi belajar dari orang tua merupakan salah satu bentuk nyata pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya. Namun sayangnya, kebanyakan para orang tua menyerahkan pendidikan si kecil sepenuhnya pada sekolah. Padahal seharusnya orang tua memberikan perhatian dan semangat belajar yang lebih sehingga dapat memunculkan motivasi belajar anak. Orang tua harus bekerja sama dengan sekolah bagaimana memahami kurikulum dan memberikan pengajaran saat mendampingi anak. Orang tua juga harus menemani atau mendampingi si kecil saat belajar. Saat mendampingi si kecil belajar, orang tua harus siap memberikan pertolongan dengan membantu kesulitan yang dihadapi anak, mengatasi masalah belajar, memberi dukungan kepada anak dan menjadi teladan bagi anak-anak.
Abstrak
Motivation is an absolute requirement in learning, therefore parents should always motivate children to be more active in learning and also achieve. Motivation to learn from parents is a tangible form of the importance of the role of parents in the education of their children. But unfortunately, most parents leave their child's education completely to school. Whereas parents should give more attention and enthusiasm for learning so that it can bring up children's learning motivation. Parents should work with schools on how to understand the curriculum and provide instruction when accompanying children. Parents also have to accompany or accompany their little ones while studying. When accompanying a child to learn, parents must be ready to provide assistance by helping the difficulties faced by the child, overcoming learning problems, providing support to the child and being an example for the children.
Downloads
References
Abdullah Ulwan, Tarbiyatul Aulad fil Islam Juz II, Beirut: Darussalam
Depdikbud, 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Hery Noer Aly, 1999.Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Logos.
Judith Rich Harris Robert M. Liebert, 1984. The Child Development From Birth Throught Adolescence, New Jersey: Prentice Hall.
M. Ngalim Purwanto, 1995. Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Ngalim Purwanto, 2004. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Syaiful Bahri Djamarah, 2002, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Ivluhaimin, 2002, Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Mengefektijkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah), Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sardinian, A.M., 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafmdo Persada.
Slameto, 1995.Belajar dan Faktor-j’aktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta.
Winkel, 1987.Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo. Zakiah Daradjat, dkk, 1992, Ilmu Pendidikan Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


