UJI BAKTERI PATOGEN DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL HAMPARAN PERAK
DOI:
https://doi.org/10.58432/jittu.v1i2.845Kata Kunci:
Daging ayam, Escherichia coli, Salmonella, pasar tradisionalAbstrak
ABSTRAK
Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani bagi manusia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeteksi bakteri patogen pada daging ayam yang dijual di pasar tradisional hamparan perak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriktif. Parameter yang diamati yaitu karakteristik morfologi bakteri, pewarnaan bakteri, uji total plate count (TPC), dan Uji Cemaran bakteri Salmonella dan E. coli. Berdasarkan hasil penelitian Total Plate Count (TPC) pada 10 sampel daging ayam broiler menunjukkan bahwa 8 sampel dalam penelitian ini layak konsumsi sesuai dengan baku mutu SNI dan 2 sampel tidak layak konsumsi. Hasil pengujian E.coli diperoleh sebanyak 7 Penjual memenuhi syarat dan 3 Penjual melebihi batas yang telah ditetapkan SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran E.coli yaitu 1 x 101 koloni/gram. Hasil pengujian Salmonella sp. Ditemukan 8 Penjual memenuhi syarat dan 2 Penjual melebihi batas yang telah ditetapkan SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran Salmonella sp. pada daging ayam segar yaitu Negatif/25 gram.
Kata kunci : Daging ayam, Escherichia coli, Salmonella, pasar tradisional
ABSTRACT
Chicken meat is a source of animal protein for humans. The aim of this study was to detect pathogenic bacteria in chicken meat sold at the Silver Plain traditional market. The method used in this research is descriptive. Parameters observed were morphological characteristics of bacteria, bacterial staining, total plate count (TPC) test, and Salmonella and E. coli contamination test. Based on the results of the Total Plate Count (TPC) study on 10 samples of broiler chicken meat, it was shown that 8 samples in this study were suitable for consumption according to SNI quality standards and 2 samples were not suitable for consumption. The results of the E.coli test showed that 7 traders met the requirements and 3 traders exceeded the limit set by SNI 7388:2009 concerning the maximum limit for E.coli contamination, namely 1 x 101 colonies/gram. Test results Salmonella sp. It was found that 8 traders met the requirements and 2 traders exceeded the limit set by SNI 7388:2009 concerning the maximum limit for Salmonella sp. contamination. in fresh chicken meat that is Negative/25 grams.
Keywords: Chicken meat, Escherichia coli, Salmonella, traditional market.
Referensi
Arizona R., Suryanto, E., Erwanto, Y. 2011. Pengaruh konsentrasi asap cair tempurung kenari dan lama penyimpanan terhadap kualitas kimia dan fisik daging. Jurnal Buletin Peternakan 35(1):5056. DOI.10.21059/bulletinpeternak.v35i1.590.
Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. Dasar Laboratorium. Gramedia, Jakarta. Pustaka Utama.
Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek Teknik dan Prosedur.
Hasrawati. 2017. Tingkat Cemaran Bakteri Salmonella sp. pada Daging Ayam yang Dijual di Pasar tradisional Makassar. [Skripsi]. Makassar. Universitas Negeri Islam Alauddin.
Lay, W. B. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Nasution, S. (2017). Aktivitas antibakteri yang dihasilkan bakteri pada sayap dan tubuh lalat (Musca domestica) terhadap bakteri patogen pada daging ayam di pasar tradisional. Jurnal Agrikultural, May, 71–83.
Rostinawati, T. 2008. Skrining dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim Kitinase Dari Air Laut di Perairan Pantai Pondok Bali. Penelitian Mandiri. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Jatinangor.
Sharma, I. 2011. Examination of Goat, Pig and Poultry Meat for Salmonella and Coliform Contamination. Journal of Pure and Applied Microbiology. 5(1):359-363.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2000. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Batas Maksimum Residu dalam Bahan Makanan Asal Hewan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2009. Cemaran Maksimum Mikroba dalam Pangan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Suryanto, D. dan Munir, E. 2006. Potensi Pemanfaatan Isolat Bakteri Kitinolitik Lokal untuk Pengendali Hayati Jamur. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian USU, Medan.
